19. Kecewa

1943 Kata

Happy reading^^ *** Aurara semakin memeluk erat helm berwarna hitam milik Kaka. Pandangannya menerawang kosong. Pikiran dan telinganya masih terngiang oleh rentetan kalimat yang Kaka ucapkan saat di perpustakaan beberapa jam yang lalu. Tak bisa dipercaya, bagaimana bisa seorang Kakanda melontarkan kalimat sekasar itu padanya? Aurara terkejut, sekaligus kecewa karena secara tidak langsung Kaka menjatuhkan harga dirinya. Bagi Aurara, memperjuangkan sesuatu yang ingin kita miliki itu wajar, malah harus. Termasuk dalam memperjuangkan orang yang kita sayang. Baginya, berjuang bukan tentang siapa, tapi tentang apa. Berjuang bukan lagi hak seorang laki-laki saja. Perempuan juga berhak berjuang, karena mereka juga berhak bahagia. "Ra." Panggilan sekaligus tepukan di bahunya menyadarkan Aurara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN