Ku hanya diam Menggenggam menahan segala kerinduan Memanggil namamu di setiap malam Ingin engkau datang dan hadir Di mimpiku Aurara menjatuhkan dirinya di kasur. Ngos-ngosan setelah menyanyikan dengan suara keras lagu dari salah satu penyanyi berambut gondrong. Masih pukul enam sore lewat lima belas menit. Setelah sholat tadi, Aurara tengkurap di kasur, meratapi nasib percintaannya yang tak berjalan mulus. Aurara galau. Baru kali ini Aurara segalau ini. Jujur saja, Aurara bukanlah cewek yang pantang menyerah dalam memperjuangkan sesuatu. Keinginan menyerah pasti ada, apalagi bila sering makan hati. Seperti akhir-akhir ini. "Kapan ya bisa mimpiin Kaka. Se-enggaknya kalo di dunia nyata agak susah deketinnya, di mimpi bisa deket gitu, kan enak," gumamnya berandai-andai. Aurara mere

