rindu penuh keringat

698 Kata
setelah mengantar sofie ke sekolah riko menepi, lama ia melamun dipinggir jalan sambil menelungkupkan kepalanya didepan stang motor. kepalanya berdenyut hatinya merindu padahal semalam ia tidur dengan memeluk erat tubuh mungil bella. namu tak ada rasa bahagia dalam tidurnya semalam, riko ingin mengamuk untuk meluapkan amarahnya yang sejak semalam bercokol didalam d**a. dengan tatapan kosong riko menjalankan motornya kembali tapi entah kenapa motor yang riko kendarai malah menuju rumah bella kekasih hatinya. sepersekian detik riko tampak bingung namun ia langsung masuk setelah memarkirkan motornya didalam garasi dan masuk kedalam rumah bella. setelah lama mencari akhirnya riko menemukan bella sedang berdiri didepan wastafel cuci piring ia nampak termenung diam sambil memegang gelas yang penuh busa sepertinya bella sedang melamun dan riko bisa mendengar bella sedang terisak tangisannya terdengar begitu menyayat hati. "sayang" panggil riko sambil memeluk erat pinggang. "kamu kenapa kesini?" tanya bella sambil mengatur nafas dan mengusap air mata. bella berbalik menghadap riko lalu entah siapa yang memulai mereka sudah berciuman. awalnya ciuman itu begitu lembut tak ada nafsu sedikitpun namun semakin lama riko semakin erat memeluk bella ia terus mencecap dan melesakkan lidahnya kedalam rongga mulut bella. entah apa yang riko cari namun ia begitu beringas. "hmm aaccchhhh" bella mendesah saat mereka saling menghirup oksigen. "aku mau kamu sayang" serak suara riko nafasnya kian memburu matanya merah penuh hasrat menatap wajah cantik kekasihnya. "kekamar aja ya?" ajak bella, ia yang sudah biasa melayani riko tentu lupa kalau mereka harusnya sudah berakhir namun cinta yang besar membuat keduanya melupakan takdir mereka. "accchh terus rik, uuuuuhmm lagih iyaaa ugh terus sayaaaaaaannnggghhhhh" bella mendesah disetiap hentakan pinggul riko yang kian cepat menumbuk tengah pahanya. "ugh kamu nikmatsss sayang, aaahhh legit eehhmm m***k ini yang selalu buat aku aaaaaaahhhhh" riko merancau iya sangat menikmati lubang surgawi milik bella. "hmm ah ah ah lebih lagi sayang" bella terus meminta lebih, tak biasanya bella menuntut saat bercinta. bella yang biasanya akan menikmati semua perlakuan riko pada tubuhnya tapi kali ini dia menginginkan riko untuk terus memacu hasrat mereka untuk terus bergerak menggapai pelepasan sesegera mungkin. "ah ah sayang, aku cinta kamu aku sayang kamu. kamu milik ku rik milik ku" disela desahannya bella menangis sesaat ia menyadari cinta mereka tak akan bisa untuk diteruskan. deg riko tersentak, hatinya kembali berdenyut saat menyadari bila saat ini bella sedang mengurai rasa sakit dihatinya. "sayang, aku pun cinta kamu. aaaaaaarrrggggghhhhhhh aku akan sampai" "bersama lakukan bersama rik, aku ingin kita bersama sayang" pekik bella saat riko semakin cepat menghujam miliknya sampai kedasar terdalam lubang senggamanya. "aaaaaarrggghhhh hmmmm kamu ternikmat bell, kamu ternikmat" dengus riko sambil menyesap leher putih mulus bella. ia masih terus menyentak alona saat cairan cintanya mengalir masuk kedalam lubang bella bersatu dengan cairan milik bella. "hmm, kamu hebat sayang" desah bella sambil mengelus punggung telang riko. mereka masih menyatu tak ingin melepas satu sama lain. "kalau kami gini aku bisa minta main sayang" riko merasa geli saat tangan bella terus mengelus punggungnya naik turun namun itu membuat hasratnya kembali bangkit dan batang yang tadinya sudah mengecil kembali keras dan menyesakin lubang senggama bella. "ugh dia keras lagi" bella kembali mendesah saat milik riko membesar. tanpa aba aba riko kembali bergoyang memaju mundurkan pinggulnya dengan irama senada dan dibawah kukungan riko bella pun ikut bergerak sampai akhirnya mereka menjerit bersama melepas ribuan benih untuk bersatu. tanpa sadar mereka bermain lepas tanpa pengaman dan sudah dua kali riko menyemburkan spermanya kedalam rahim bella. bermain dua ronde tanpa jeda membuat riko langsung terlelap ke alam mimpi tubuhnya masih basah dengan keringat ditambah ia polos telanjang tanpa pakaian. bella menyelimuti pria yang baru saja meraih kenikmatan bersama dan berlalu kekamar mandi untuk mandi dan menyiapkan makan siang. "halo tante" "riko disana bell?" tanya marini, baru saja bella menyelesaikan masakannya marini menelpon dan menanyakan riko putra kesayangannya. "iya tante, sedang tidur. mau bella bangunkan?" "ga usah bell, biar aja disana. tante titip riko ya, kalian baik baik disana" nada suara marini sangat sedih sepertinya ia baru saja menangis. "baik tante" bella yang kembali mengingat akan kisah cintanya dengan riko meremat ponselnya dengan kuat air matanya kembali menetes. ia bimbang harus bagai mana bersikap setelah ini, sudah jelas bella tau riko akan segera menikah tapi mereka masih berbagi peluh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN