Dengan d**a yang berdebar-debar, Larita menuruni anak tangga rumahnya sembari menggamit lengan Papanya. Berulang kali wajahnya bersemu merah saat melihat reaksi teman-temannya saat menatapnya dengan tatapan kekaguman yang luar biasa. Ia cantik dengan gaun berwarna merah muda yang bagian bawahnya merumbai-rumbai indah. Ia sungguh sangat mempesona malam ini. Semua mata memandang ke arahnya dengan tatapan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tepat ketika ia dan Papanya sudah berada di lantai paling bawah dan anak tangga paling akhir, ia melihat Bagas tengah berdiri di ambang pintu. Ia mengulas senyum bahagia saat memandang wajah Bagas yang tampan sedang Andri menatap Bagas dengan sangat malas lalu meneguk minumannya dengan hanya sekali tandas saja. Rumit. Tak berselang lama se

