Dian tak bisa tidur, pikirannya berkecamuk ke mana-mana. Ia memikirkan sikap Alya yang tak ingin ia temani. Berulang kali ia berguling ke kanan dan ke mari hanya agar ia bisa tidur dengan nyenyak barang sesaat, tapi rasa-rasanya malam seperti menjelma menjadi siang saja, membuatnya enggan terpejam dan malah terjaga. Akhirnya Dian memutuskan untuk berdiri dari tidurnya, ia memutari tempat tidurnya, berjalan bagai orang bingung sembari pikirannya terus menerus ke arah Alya. Ia tak tahu apa yang sedang Alya lakukan malam ini. Ia hanya bisa berharap semoga Alya baik-baik saja. Akhir-akhir ini bahkan ia sering melihat Papanya sering uring-uringan tak jelas, menyalahkan mamanya atas kesalahan yang tak mamanya ketahui penyebabnya apa. Terlebih ia tak pernah melihat bahwa Papanya melakukan pemb

