Suasana mendadak menjadi hening. Semua mata memandang ke arah Bagas, Alya dan dua perempuan lain yang masih berdiri di anak tangga. Sorot mata tajam Bagas menandakan bahwa ia sedang sangat marah, rahangnya mengeras dan tak lama kemudian ia menarik tangan Alya menjauh dari keramaian. Bagas masih menggenggam tangan Alya meski keduanya sudah berada di luar ruangan sekarang ini, sudah di luar rumah dan berada di taman depan dekat teras. Tak ada yang berani mendekat ke arah Bagas dan Alya, mereka hanya menikmati pemandangan itu dari jauh. Pemandangan di mana Bagas menghentakkan tangan Alya secara kasar dan menatapnya penuh amarah. Baru kali ini Alya melihat Bagas sangat marah dan itu kepadanya. Hampir enam bulan menjalankan kasih dan penuh cinta, Bagas sekalipun tak pernah membentaknya sec

