Lima Puluh

1015 Kata

Ta!" panggil Alya saat ia sudah menemukan Larita sedang bersama Ronald di balkon kamar lantai dua. Larita menoleh dan ia bisa melihat Alya dengan tergesa berjalan menghampirinya. Ia juga bisa menyaksikan dengan sangat jelas ada sisa-sisa air mata yang membasahi wajah gadis itu. Perlahan rasa bersalah Larita mulai merayapi batinnya dan ia hanya bisa diam sembari menoleh ke arah Ronald yang menatap dengan angkuh. "Bantuin gue ngomong sama Bagas!" kata Alya sesampainya ia dihadapan Larita. "Lihat!" tunjuknya pada foto yang ia pegang. "Ini hotel tempat kita makan dan lo ambil gaun lo, kan?" tanya Alya dan Larita mengangguk. Baru kali ini Larita bisa melihat dengan sangat jelas kalau rencana Ronald sangat keterlaluan. Bagaimana bisa ia menjebak Alya dalam kebohongan bahwa gadis itu menjadi gad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN