29. Pertemuan Ambar dan Endra, Saah Satunya Kecewa

1036 Kata

Abi menggeram. Lantas, digenggamnya ponsel kuat-kuat. "Bagaimana kamu tau tentang ini? Apa yang kamu katakan pada mereka, Endra?!" Sontak saja, Endra gelagapan. Ia menggeleng pelan sembari menenangkan sang kakak. "Bu-bukan aku, Kak. Bukan begitu." "Lalu bagaimana kamu tau tentang cuti yang diminta Dirops?!" Kedua mata Abi telah membeliak. Geliginya menggeletuk dengan rahang yang mengetat. "Kakak ada di mana? Biar kujemput, ya? Kita bicara langsung," bujuk Endra. Ia segera meraih kunci mobil meski hujan belum reda. "Tak perlu susah payah membujukku, Endra! Aku tak akan kembali ke rumah. Aku sudah menemukan tempat yang nyaman bagiku, bagi hidupku! Juga tempat istimewa untukku meluapkan amarah!" Endra pun menelan ludah susah payah. Ia memejam sebentar, sebelum akhirnya kembali berkata, "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN