Sudah pagi-pagi sekali saat Abi pergi dari rumahnya. Sembari mengenakan seragam kebesaran, ia membawa satu tas jinjing keluar dari istana Mahawira yang megah. Usai memesan ojek online, ia berlalu begitu saja. Ia tak pernah menoleh lagi, sama persis seperti dua dekade yang lalu. Tak ada luka dan hati yang perih seperti kali pertama ia pergi. Hanya ada tekad baja dalam hati untuk membuat Gendhis merasakan apa yang ia rasakan kini. Sepanjang perjalanan ke arah bandara, ia bergeming. Tak ada yang berubah tentang keputusannya untuk pergi dari rumahnya sendiri. Sesampainya di bandara, Abi membawa tasnya ke kantor. Dimasukkannya tas pada loker di mana logbooknya disimpan. Lantas, ia berselonjor pada sofa. Jam kerjanya akan mulai dihitung dua jam kemudian. Untuk itu, ia memilih memejam barang

