Si Paling Baik

1207 Kata

Saat pulang Bram sengaja langsung datang ke rumah Ayu untuk menanyakan kabar kehamilannya. "Gimana hasilnya, Sayang?" tanya Bram dengan wajah antusias. Pria itu bahkan menggenggam tangan Ayu. Ayu tersenyum. "Dokter bilang aku hamil, Mas." "Oh, ya?" Bram nampak bahagia bahkan memeluk Ayu. "Syukurlah, Sayang." Ayu mengangguk. "Tapi masalahnya ..." Ayu menghentikan ucapannya wajahnya menampakkan tak enak hati jika dia mengatakannya. "Kenapa, Sayang?" Bram masih tersenyum hingga Ayu kembali bicara senyumnya hilang perlahan. "Kamu belum dapat kerjaan. Dan kebutuhan kita akan semakin besar kalau anak ini lahir nanti," ucapnya dengan menunduk sedih. "Kamu benar." Tubuh Bram melemas lesu. "Tapi kita juga gak boleh menolak anak kan? Kita harus berjuang untuk menghidupinya." Bram mengang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN