Aku terbangun dari tidur dengan keadaan dibalut oleh selimut yang cukup tebal. Nursa terlihat juga ikut tertidur dengan posisi duduk di lantai dan bersandar pada sofa yang aku tiduri. Langit di luar telah berubah menjadi oranye. Perlahan, aku mencoba bangun dari posisi tidur, meraba benda pipih di dalam tas. Ponselku mati akibat kehabisan baterai, jam di tangan menunjukan pukul 17:30. Tak lama kemudian, Nursa membuka matanya. “Alena? Gimana? Udah sembuh? Masih sakit gak perutnya?” tanyanya masih dengan nada khawatir. “Udah enggak kok. Maaf ya gue jadi ketiduran lama di rumah lo.” “Gak apa-apa, gue jadi ngerasa bersalah banget udah ngebuat lo kayak gini gara-gara challenge gak bermutu dari gue.” “Enggak kok, lagian kan emang kemauan gue juga buat adu makan pedes sama lo. Terus

