Sheryl berjalan santai menuju kelaa berbeda, dengan mulut yang sibuk mengunyah permen karet. Ia mendecak samar merasa rambut pendek selehernya mulai memanjang, jadi rasanya ia ingin memotong rambut lagi. Langkahnya terhenti saat berpapasan dengan salah satu anak kelas berbeda, wakil ketua kelas–– Hendrik. "Dek Sheryl mau kemana?" Sapa Hendrik genit membuat gadis di depannya itu ingin mengacak-ngajak saja muka menyebalkan seorang Hendrik. "Gue mau cerita sesuatu sama lo dan anak kelas berbeda lainnya," ujar Sheryl melambaikan tangan menyuruh Hendrik agak mendekat. "Apaan?" Melihat Hendrik yang tidak bisa menyembunyikan wajah penasarannya membuat Sheryl terkekeh sendiri, menunjuk-nunjuk wajah cowok itu tidak sopan. "Jadi, cerita gak nih? Kalau enggak, gue pergi aja." Decak Hendrik meras

