Bastian melengos kasar menatap Sheryl di depannya yang berdiri dengan berusaha menghindari tatapan kesalnya. Pasalnya masalah berawal dari Sheryl yang bercanda akan melabrak Karla, alhasil semua jadi runyam. Annisa dan dia sendiri berkelahi dengan adik kelas. Dan Karla yang pingsan karena panik sampai wajah gadis itu pucat. "Sekarang coba jelasin, alasan lo mau labrak anak itu, kenapa?" Tanya Bastian mendesak, Sheryl mendecak samar. "Kan tadi udah gue jelasin semuanya. Gue cuma bercanda, lagian kan yang bikin masalah tambah runyam tuh anak-anak berandalan itu, maka––" "Jangan melempar kesalahan lo sama orang lain," sela Bastian kini mengeraskan rahang, Sheryl mendecih pelan dengan merapatkan bibir. "Terus maksud dari omongannya Sania itu apa? Karla ngambil sesuatu milik lo, maksudnya gu

