"Lo cemburu, gitu aja dibikin ribet. Ya, ampun lo tuh ya? Udah tua, udah nikah, udah mau punya anak! Masih aja gak punya otak." "Heh! Sembarangan lo kalau ngomong." "Lah emang benerkan? Cemburu aja lo gak tau. Lagian Bebita gak akan selingkuh lah, tenang aja." "Hhhh... gue tuh gak ngerti kenapa gue sekarang jadi sering curhat ke elo." "Karena gue calon Kakak ipar lo." "Emang kapan lo mau lamar Kakak Bebita?" Jino seketika terdiam. "Aneh gue sama lo, jadi maksud lo apa sama Kakak Bebita? Entar keburu dia diambil cowok lain gimana tuh?" "Enggaklah, doi kan sukanya sama gue aja." "Ya, sukanya mungkin emang sama lo, tapi kalau gak kunjung serius, cewek mah udah gak akan peduli soal perasaan lagi. Yang dia butuhin cowok berkomitmen. Kayak gue." "Halah. Ta

