"Beb, kamu kenapa sih? Ngomong dong apa yang salah sama aku." Bebita diam tidak memberi respon, Felix ngehela napas jengah. "Ya udah deh terserah." Ucap Felix pasrah. "Jadi cowok gak peka banget sih, udah tau istri lagi sensitif, dijaga tuh mulut." Kata Bebita pada akhirnya, tapi posisi dia masih sama. "Ya udah aku minta maaf." Timpal Felix. "Gak mau maafin." "Yah kok gitu sih?" "Kalau mau dimaafin beliin sop daging yang asem." Felix mengernyit, ia ngelirik jam tangannya, sudah jam setengah dua belas. "Udah malem Beb, besok aja ya?" "Kalau besok udah gak kepengen." Kata Bebita ketus. Felix ngehela napas. Biarkan Bebita tetap marah saja apa, ya? Paling juga besok nanti baik sendiri. Felix pun menutup matanya untuk tidur, tapi ia bisa merasakan kalau Bebita turun dari ranjang, la

