"Ya udah kalau kayak gitu gue gak mau bantuin!” ucap Jino. "Lahhh, lagian apa yang lo senengin coba dari kakaknya Bebita?" "Menyukai seseorang tidak perlu alasan. Gue temenan sama lo juga emang ada alesannya? Tapi karena kita emang cocok, makanya gue mau temenan sama lo,” papar Jino sembari merangkul bahu Felix. "Kita tuh aslinya gak cocok, gue pinter lo gak," timpal Felix sengit. "Ferguso, apakah anda tidak punya cermin di rumah? Lo aja sekarang lagi minta bantuan gue loh, tandanya gue pinter," tutur Jino, Felix kemudian menghempaskan tangan Jino yang merangkul bahunya dengan kesal. "Serius Jin, tolonglah bantuin gue,” ucap Felix dengan raut wajah putus asa. Jino menghela napas, “Oke, okeee...” "Hehehe, nah gitu dong, makasih loh.” Kata Felix sembari tersenyum lebar dan merangkul J

