MLD 37 - Ngidam

2124 Kata

Azril sedang berdiri di bawah daun pintu, pagi-pagi sekali setelah shalat subuh Shazia kembali muntah. Kali ini lebih parah dari kemarin karena bahkan dia tidak bisa melihatnya. Aneh sekali tetapi saat Shazia melihatnya pasti akan mual, “Jangan berbalik, ini aku bawakan air.” Shazia mengambil gelas itu tanpa melihat ke arahnya. “Terimakasih.” Azril langsung keluar, dia menyuruh ibunya masuk untuk menemani istrinya di dalam kamar. Azril meremas jemarinya ketika mendengar  suara Shazia yang masih berada di kamar mandi. Dia menunggu di depan pintu dengan raut wajah khawatir. Tiba-tiba dia merasakan pundaknya di pegang dan ternyata itu ayahnya. Raut wajah ayahnya sangat menenangkannya. “Sabar nak, ini hanya sebentar. Semoga saja istrimu cepat membaik.” Azril mengangguk, “Terimakasih, Dad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN