"Siang, Presdir, kupikir Anda tidak ada di tempat," sapa Matt yang membuka pintu ruang Presdir dengan wajah lesunya. Ravindra yang sedang menandatangani setumpuk dokumen yang diserahkan anak buah Matt dari bagian kesekretariatan, langsung menoleh ke arah pintu. "Kalau Kamu pikir aku tidak ada di sini, terus kenapa Kamu datang ke sini?" tanya Ravindra to the point. "Menunggu Anda pastinya!" Matt terkekeh lalu menghela napas panjang. "Lesu amat ... bagaimana meetingnya?" tanya Ravindra penasaran, walaupun dia sudah bisa menebaknya dari raut wajah sekretarisnya itu. "Biasalah, banyak yang protes ini itu, tapi saya tetap pada komitmen kita, satu asisten manager baru untuk satu departemen dan sisanya akan menjadi tim audit internal, jadi saya tidak akan pusing sendiri kalau akhir bulan! Ik

