Kebenaran yang Mencengangkan

1708 Kata

"Pikir saja sendiri!" seru Ravindra sambil duduk di kursi kebesarannya. 'Gadis ini benar-benar bodoh!' pikir Ravindra. Euis mengerucutkan bibirnya. 'Sudahlah, mungkin mereka memang dekat, kalau tidak, mana mungkin Presdir kejam itu bisa meminjamkan ruangannya pada Bule Kampuang ini! Apa dia temannya? Saudaranya? Entahlah ....' pikir Euis. Gadis itu benar-benar mengira kalau pemilik perusahaan tempatnya bekerja memang sangat kejam, jadi tidak terpikirkan sama sekali kalau Ravindra lah atasannya itu karena sifat Ravindra kurang sesuai dengan image kejam, malah terkesan arrogant tetapi lemah. Apalagi setelah melihatnya menjadi korban kejahatan, Euis langsung menghapus profil Ravindra jadi atasannya. "Jadi, mana KTP ku? Berikan sekarang juga!" tegas Ravindra. "Mana dulu imbalan buat saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN