Monster dan Ular Berbisa

1515 Kata

"Yuhuu, Kak Ravii ...." Suara nyaring Meredith membuat Euis dan Devan mengerutkan keningnya. Sedangkan Ravi langsung merinding. "Dia cocok jadi penyanyi opera, suaranya masih saja melengking, menggemaskan." Devan terkekeh sendiri. Ravindra menaikkan alisnya. 'Menggemaskan dari mana? Dia itu gadis yang terkutuk! Padahal aku selalu menganggapnya sebagai seorang adik, tetapi dia selalu membuatku masuk rumah sakit!' keluh Ravindra, yang sekarang menganggap Meredith sebagai musuhnya karena sejak kecil selalu menjadi korban pembullyan gadis itu, tanpa disadari oleh Meredith sendiri. "Kalau menurutmu menggemaskan, ambillah gadis itu untukmu, Dev," sahut Ravindra. "Oke! Aku lihat dulu, kalau dia masih secantik dulu, aku maju!" Devan kembali terkekeh. Ravindra hanya tersenyum simpul. "Siapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN