Kebenaran

1148 Kata

Jam di tangan Euis menunjukan pukul setengah satu malam dan hampir tidak ada orang lagi yang berada di PT. Intex selain dirinya, Ravindra dan empat satpam di gerbang PT. Intex Setelah melalukan absen sidik jari, Euis kembali berlari menyusul calon suaminya. "Presdir, tunggu, jangan cepat-cepat jalannya!" seru Euis. "Kamunya yang jangan lelet! Terlihat sekali jarang berolahraga!" Ravindra tetap berjalan dengan cepat. "His, itu orang tidak mau kalah!" gumam Euis. Beberapa saat kemudian, mereka sudah berada di depan mobil Ravindra. "Cepat masuk ke mobil! Ini sudah dini hari, aku butuh tidur untuk meeting besok!" seru Ravindra. '"Sabar apa Presdir! Orang sabar itu disayang Allah!" seru Euis, teringat dengan ucapan putri semata wayangnya. 'Icha pasti sudah tidur sekarang, aku tak sabar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN