Setelah melambaikan tangan pada Ravindra dan memastikan pria kesayangannya pergi, Euis membuka pintu rumahnya dengan kebahagiaan yang membuncah. "Mas Ravi, I love you," ucapnya sambil menatap ke luar jendela. "Astagfirullah Nur, ibu pikir siapa!" Ibu angkatnya Euis menghampiri putrinya dengan memegang sapu ijuk di tangan kirinya dan pisau dapur di tangan kanannya. Euis menoleh dan tidak kalah terkejutnya melihat ibunya. "Astagfirullah, Ibu mau ngapain, bawa-bawa pisau segala!" Euis langsung merinding dan menyingsut menjauhi ibu angkatnya itu. Ibu angkatnya Euis menurunkan sapu dan pisaunya. "Kalau pulang itu bilang salam, Nur, Ibu pikir Kamu itu pencuri! Kaget tahu, tiba-tiba mendengar orang masuk rumah, rasanya jantung ibu mau copot! Mana bapakmu sekarang tidak bisa diharapkan lagi

