24. Pudel Atau Boneka [Bag. 2]

1990 Kata

Sepi. Ah sepi. Aku suka sepi. Setelah orang-orang itu pergi, rumah jadi sunyi hingga sore. Aku dan Dandi menghabiskan waktu bersantai di ruang tengah dengan menonton film, tak ada agenda lain selain bercinta dan bermesraan. Kemarin kami terlalu banyak buang-buang waktu, sudah sewajarnya ini saatnya quality time. Tak lama kemudian, Dandi mendadak menyarankan, “Oh iya, daripada bosan, kenapa kita tidak bermain saja, Sayang? Ada stok mainan di bawah tanah.” Bosan? Sebenarnya aku tidak bosan. Cuma sayangku itu pasti bosan kalau cuma duduk diam menonton televisi— walaupun bersamaku. Tapi dia'kan Dandi, tidak bisa melewatkan sejam tanpa melakukan apapun. Satu-satunya situasi dimana dia pasti diam hanyalah— tidur. “Bawah tanah? Mana?” tanyaku. Dia menjawabnya, “Kan pernah kubilang di sini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN