Baru juga dua hari tinggal tentram di rumah mewah ini, baru juga aku menikmati waktu berdua dengan Dandi— ada tamu. Padahal aku sudah cukup bersosialisasi saat kampus, haruskah ada tamu sebanyak ini sekarang? Aku tidak bisa menolak, yang datang adalah para anggota keluarga Dandi. Iya, hari ini, pagi— ada pelayan yang sampai datang memasak khusus untuk mereka. Jadilah disinilah aku sekarang, duduk di kursi samping Dandi bersama empat anggota keluarganya. Aku hanya kenal Damien, orang gila itu duduk tepat di kursi seberangku. Di sebelahnya adalah pria lain, seusia dengan Dandi kurasa, tubuhnya lebih jangkung dan kekar— pasti dia yang bernama Dirgantara. Sementara posisi kursi khusus disini diduduki oleh pria yang sudah tua— tapi tubuh dibalik jas hitam yang dia pakai kelihatan kekar. Dia

