Kini sudah hampir dua bulan aku berpacaran dengan Dandi. Tidak ada masalah apapun. Dia sering meninggalkanku di apartemennya, sedangkan dia melakukan sesuatu di rumahnya. Iya, dia punya rumah sendiri yang berlokasi tidak jauh dari kampusku. Selama ini aku masih tidak dibolehkan untuk kesana karena dia bilang sangat kotor. Jadinya apartemen inilah yang menjadi kandangku. Namun dia bilang, "Kalau sudah ada bersih, kita tinggal disana ya.." "Tentu," aku menjawabnya. Tidak ada jawaban selain 'iya', 'tentu saja', 'boleh', 'oke' yang kukatakan padanya. Semua ucapannya selalu kusetujui karena dia baik padaku. Aku mulai serius mencintainya. Rasanya mencintai itu ternyata seperti ini, bahagia tapi juga was-was. Tingkat kecemasanku semakin tinggi dari hari ke hari. Sekarang banyak sekali gadis

