elama beberapa hari, aku tinggal di apartemen Dandi. Dia jarang kemari, kecuali malam hari. Tapi aku tidak curiga karena dia berkata jujur. Lagipula aku tidak melihat tanda-tanda dia sedang berbuat aneh. Dia bilang kerjaan artinya ya kerjaan. Dia sangat sibuk, tapi kalau sudah longgar malah mengerikan. Aku sempat ikut ke toko hewannya saat hari libur. Karyawannya sudah ada ternyata. Kali ini tidak ada wanita, kasirnya pun seorang laki-laki. Saat aku tanya pada Dandi, "Kenapa nggak cari karyawati lagi?" Dia membelai rambutku di depan para karyawannya sambil menjawab, "Nanti kamu cemburu dan kabur lagi mencari gadis itu, kesayanganku." Aku membalasnya dengan merapikan kancing kemeja putih favoritnya, "Aku hanya waspada, kalau terbukti melakukan sesuatu di belakangku..." kuberikan senyum

