Belakangan ini Anze sering dititipkan oleh Zeya pada Lenna. Kendati Lenna dalam kondisi hamil tua, sahabat baik Zeya itu malah senang menghabiskan waktu bersama anak lelaki Zeya.
"Tante Lena, Om Kiki ke mana sih. Kok jarang kelihatan?" Tanya Anze yang sedang duduk menonton tayangan kartun di televisi kabel.
Lenna yang duduk di samping Anze, menjawab rasa penasaran Anze.
"Om Kiki lagi tugas di luar kota. Anze kangen sama Om Kiki?" Tanya Lenna.
Anze mengangguk tanpa mengalihkan tatapan matanya dari arah layar televisi.
"Anze kangen main sepak bola di halaman rumah," Ujar Anze.
#Ya ampun, memang anak Zeya ini sangat terus terang sekali# Pikir Lenna.
"Kenapa tidak ajak teman-teman Anze main ke rumah?" Tanya Lenna.
Anze menggelengkan kepalanya.
Anze malu mengatakan pada Tante Lenna bahwa dia tidak memiliki teman banyak di sekolah.
Melihat wajah sendu Anze, Lenna menjadi iba. Lenna memang tahu kalau Anze ini anak yang sulit bergaul dengan teman sebaya. Walaupun Anze anak yang sopan dan penurut, bukan menjadikan alasan Anze mempunyai banyak kawan.
"Atau kalau Anze mau, kita bisa bermain di taman kompleks. Barangkali Anze akan bertemu teman baru."
Tentu saja mendapatkan tawaran mengunjungi taman yang lokasinya dekat dengan rumah peninggalan neneknya ini, membuat Anze gembira. Anze sangat antusias ingin mengunjungi taman itu.
Anze menoleh, menatap wajah Lenna dengan senyum lebar.
Anze mengangguk lalu berujar, "Mau".
Membuat Lenna diam-diam menghembuskan napas lega.
&+&+&
Andrew sedang memarkirkan mobilnya di depan taman kompleks perumahaan saat Anze dan Lenna melewati mobil sedan yang Andrew kemudikan.
Kebetulan hari ini Andrew sedang tidak disupiri oleh supir pribadinya, hingga Andrew memilih memarkirkan mobil di sudut taman untuk mengamati aktivitas anak-anak di taman.
Pikiran Andrew sedang suntuk. Proyek yang tengah digarapnya terancam batal dirampungkan akibat perbuatan konyol Koscky.
#Awas saja kamu Koscky. Bila sampai merusak proyek pembangunan mall Basura# Umpat Andrew dengan telapak tangan terkepal memukul setir mobil.
"Anze...." Ekor mata Andrew melihat Anze sedang duduk di ayunan seorang diri.
Jika Andrew fokus, mungkin dia akan melihat Anze ditemani Lenna untuk bermain di taman ini.
Namun jiwa peduli Andrew terhadap putra dari wanita yang Andrew cintai, membuat Andrew jadi bertingkah gegabah.
Andrew turun dari dalam mobil dengan gerakan cepat. Mengklik kunci yang dia pegang supaya pintu mobil terkunci otomatis. Berlari menuju ke area dalam taman. Tempat di mana Anze berada.
"Anze..." Panggil Andrew dengan napas ngos-ngosan.
Anze mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk menatap tanah yang dia pijak, menatap wajah pria asing di hadapannya.
"Kamu siapa?" Tanya Anze dengan suara takut.
"Nama om ini Andrew," ucap Andrew berjongkok di depan Anze.
Sekarang posisi tubuh mereka sudah sejajar. Hingga Anze dapat mengamati wajah asing di hadapannya.
Andrew membiarkan Anze memandangi wajahnya. Hingga Anze terlihat tidak ketakutan, Andrew baru kembali berbicara.
"Om Andrew ini teman sekolah Mama Zeya."
Anze membuka mulutnya lalu mengatupkan lagi.
"Ooo," Jawab Anze singkat.
Anze menggesekkan sandal rumahnya ke tanah di bawah kakinya berulang kali.
Anze pun terlihat menggigit ujung bibirnya karena gugup.
Andrew yakin bahwa Anze ingin bertanya sesuatu padanya namun tidak berani.
"Ada yang mau Anze tanyakan pada Om?" Ucap Andrew dengan nada suara lembut.
Seumur hidup Andrew, baru kali ini Andrew bicara selembut ini. Bahkan terhadap Anna dan Zeya sekalipun, Andrew hanya melunakkan nada bicaranya.
Anze mengangkat wajahnya dan melihat kembali wajah Andrew.
Melihat bahwa Andrew bukan orang jahat, Anze pun memberanikan diri untuk mengutarakan keinginannya.
"Maukah Om Andrew bermain bola bersama Anze?" Tanya Anze ragu-ragu.
#Ternyata hal ini yang ingin dikatakan Anze padaku#
Andrew mengangguk menerima ajakan Anze yang terlihat takut menerima penolakan darinya.
"Tentu saja Om mau."
"Benar Om?"
"Iya. Kita mau langsung main atau mengobrol lagi?" kekeh Andrew menahan Anze terus mengajaknya bercakap.
Anze menggeleng lalu mulai bergerak.
Untuk pertama kalinya mereka bermain bersama.
----