curi kesempatan

886 Kata
"Damn it. Kalian adik-adik durhaka," umpat Andrew saat matanya melihat Dirga dan Koscky masih menertawakan dirinya. Untung saja adik perempuannya sudah meninggalkan mereka saat ini. Jika Alin masih berada di sini, sudah dapat dipastikan bahwa Andrew akan menjadi bahan bully-an Alin bersama dua adik sepupunya. "Gimana rasanya ditolak oleh Zeya?" Ejek Dirga, adik sepupu termuda Andrew. Dirga adalah keponakan dari Wilona. Usia Dirga sama seperti usia Alin. "Pertanyaan bodoh, Ga. Tentu saja Andrew merasa malu," Sahut Koscky. #Dasar pemuda bau kencur. Mereka kira aku merasa malu karena penolakan Zeya# Dirga menyanggah pendapatan Koscky, Kakak sepupunya itu. "Sok tahu kamu," Ujar Dirga meledek Koscky. "Dasar tak sopan. Panggil aku seperti kamu memanggil Kak Andrew. Kak Koscky," Tegur Koscky menepuk pelan belakang kepala Dirga. "Kak Koscky yang terhormat, bisa kita segera ke ruang rapat," Ucap Dirga dengan sikap formal sembari bangkit berdiri dari kursi di kantin. Andrew ikut bangkit berdiri dan memilih merapikan pakaian kerjanya. Koscky memelototi Dirga yang berhasil mengalihkan pembicaraan. "Dasar adik durhaka," Ucap Koscky meniru gaya bahasa Andrew. Dirga dan Andrew tertawa lepas mendengar ucapan Koscky. "Kenapa kalian kompak menertawakan aku?" Wajah Koscky terlihat kebingungan. "Karena kamu begitu lucu," Jawab Andrew dengan mimik wajah serius. Andrew dan Dirga berjalan pergi meninggalkan meja makan dan Koscky yang tengah dilanda bingung. &+&+& Ruang rapat sore ini ... Andrew, Dirga, dan Koscky beserta para staf dari bagian pemasaran duduk bersama melingkari sebuah meja lonjong yang terbuat dari kayu jati. Mereka tengah menyimak presentasi Zeya di depan ruangan. Zefanya yang menjabat sebagai manager pemasaran bertugas memaparkan strategi penjualan serta target omzet yang akan diraih tim pemasaran selama satu semester kedepannya. Zeya tengah berbicara mengenai target dan strategi di hadapan rekan seprofesinya dengan suara tenang dan sikap profesional. Namun ketenangan Zeya menguap saat tanpa sengaja ujung sepatu runcingnya menginjak stop kontak yang berada di sisi pojok white board, tempat di mana Zeya berdiri saat ini. Dalam hitungan detik tubuh Zeya hampir saja terjatuh ke lantai dengan memalukan jika bukan karena lengan kokoh Andrew yang merangkul pinggangnya. Posisi Andrew yang duduk di dekat white board, membuat Andrew puas mengamati sosok Zeya sepuas hatinya. Bila orang lain sibuk mendengarkan pemaparan Zeya, lain hal yang Andrew lakukan. Pikiran Andrew malah membayangkan hal tak senonoh yang pernah dia lakukan bersama Zefanya sepuluh tahun silam. Injakan sepatu Dirga membuat pikiran Andrew kembali fokus ke masa sekarang. Bertepatan kembalinya fokus Andrew, Andrew menyadari musibah yang akan segera menimpa Zeya. Wanitanya itu memang keras kepala. Berdiri di sudut papan agar berjauhan dari posisi tempat duduk Andrew saat ini. Grab.... Lengan Andrew merangkul erat pinggang Zeya, membuat Zeya tidak mengalami musibah tubuh yang menghantam lantai. Sepuluh pasang mata memandangi tindakan heroik dan spontan yang Andrew lakukan. Pria yang terkesan abai akan sekitarnya, memiliki respons tanggap sebaik ini. Mereka semua tidak menyangka bahwa Andrew bersedia menolong Zeya. Alin menyunggingkan senyuman melihat tindakan Andrew yang mencuri kesempatan dalam kesempitan. "Ehm.. Pak Andrew yang terhormat, bisa kita lanjutkan rapat kita siang ini?" Ujar Alin. Baik Andrew dan Zeya yang saling bertatapan beberapa menit, saling memisahkan diri dengan sikap kikuk. &+&+& "Cie cie...yang modusin gebetan," Ejek Alin yang melangkah di samping Andrew. Saat ini mereka telah selesai mengikuti rapat dan memilih membubarkan diri. Para karyawan kembali ke meja kerja mereka masing-masing. Sedangkan Dirga dan Koscky kembali ke kantor keluarga Park. Alin menyelaraskan langkah lebar kaki panjang Andrew yang meninggalkan ruang rapat. Mereka berdua adalah orang terakhir yang keluar dari ruang rapat. "Urus pekerjaanmu Alin," Sahut Andrew singkat. Alin mengabaikan perintah Andrew. Dia masih saja mengekori Andrew sembari mengejek Andrew. "Kenapa Kak Andrew seromantis ini sih. Melakukan Cuke-Cuke pada Kak Zeya. Zeya-ku," Ucap Alin mendramatisir cara bicaranya. Membuat Andrew menoleh sesaat ke sisi sampingnya untuk sekadar memberikan tatapan pelototan tajam. Alin malah membalas Andrew dengan senyum miring di sudut bibir. Membuat Andrew kembali memalingkan wajah ke arah depan. "Apa itu Cuke-Cuke?" Alin melepaskan tawa terbahak-bahak menertawakan pertanyaan absurd Andrew. "Wow, ternyata sedari tadi Kak Andrew hanya berpura-pura mengabaikan ucapanku. Cuke-Cuke itu singkatan buatan seorang Arleen Park," Alin menepuk dadanya dengan bangga. Walaupun Andrew tidak melihat tingkah konyol Alin, tapi Andrew yakin bahwa adik perempuannya itu sedang berbangga hati. "Terserah. Jadi apa singkatan Cuke-Cuke?" Andrew mengulang pertanyaannya lagi. "Curi-curi kesempatan. Kak Andrew memang keren saat mengincar gebetan. Terus tancap gas," Seru Alin bersemangat. Andrew memilih memutar arah tujuannya saat ekor matanya melihat Zeya berjalan ke arah pantry lantai delapan. "Tunggu di sini," Ucap Andrew pada Alin. Alin tentu saja bukan seorang gadis penurut. Dia diam-diam mengikuti Andrew berjalan ke arah pantry. Alin berhenti di balik tembok saat melihat Zeya yang hendak Andrew temui. "Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Andrew berdiri di balik punggung Zeya. Tubuh Zeya berubah kaku dan enggan menoleh ke arah belakang. Dia tetap menatap dispenser di depan wajahnya. Mengingat akan pertolongan Andrew tadi di ruang rapat, membuat Zeya menjawab pertanyaan Andrew. Padahal Zeya sudah bertekad untuk mengabaikan keberadaan Andrew. #Untuk kali ini saja aku bercakap dengan Andrew# kata hati kecil Zeya. "Baik. Terima kasih atas pertolonganmu," Ucap Zeya. Andrew mengusap sayang bagian belakang kepala Zeya lalu mendaratkan sebuah kecupan di atas rambut Zeya. Harum aroma buah jeruk masuk ke hidung Andrew. Membuat Andrew merasa nyaman akan aroma Zeya. "Masih sama persis dengan aroma shampo kesukaanmu," Bisik Andrew di belakang telinga Zeya. Zeya merasakan bulu kuduk di leher belakangnya merinding. Sementara Alin mengabadikan foto mesra antara Andrew dan Zeya secara diam-diam. &+&+&
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN