Rindu

1170 Kata
"Mummy makasih ya uda temenin Oncey jalan-jalan, shopping dan juga makan di restoran favorit Oncey, senang banget ketemu mummy hari ini.." kata Oncey sambil memeluk tangan Starlet. "Sama-sama Sayang, semuanya untuk anak mama yang comel.." kata Starlet sambil mencuit pipi Oncey. Zander tersenyum bahagia melihat anak satu-satunya happy seperti itu lagi. "Sayang yuk pamitan sama mummy, kita uda mau pulang..." kata Zander. "Emangnya mummy ngak pulang bareng sama kita?" Soal Oncey dengan polos. "ngak sayang mummy pulangnya sendiri aja... nanti kapan-kapan kita ketemu lagi yaa.." jawap Starlet...Oncey mendengar jawapan itu memamerkan muka sedihnya. "Mummy kapan lagi balik ke rumah?" soal Oncey lagi.."Oncey anak mummy, bukannya mummy ngak pulang bareng sama kalian..mummy " belum sempat Starlet menghabiskan kata-katanya.. Oncey sda memberi jari telunjuknya ke bibir Starlet untuk diam..Starlet tersenyum lagi.."emangnya kenapa sayang, mummy ngak boleh bicara?" soal Starlet lagi. " Oncey maunya mummy..." kata Oncey sambil menundukkan kepada. "nih anak daddy ni kenapa mogok lagi, kan tadinya uda happy-happy..." kata Zandei. "dia itu maunya sama non Starlet Pak.." kata bibi MIla. Zander melihat Starlet dan mereka sailing bertatapan mata seolah-oleh sedang berbincang harus jawap seperti apa kepada anak kecil itu. "Mummy.. ngak sayang Oncey lagi.. mummy jahat..." kata Oncey sambil menjauh dari mereka bertiga. Melihat respon Oncey yang suda lain buat Starlet gak tega. "Sayang... kamu ngak boleh seperti itu.. mummy sayang kok sama Oncey...ngak boleh ngambek. malu dilihat orang.." pujuk Starlet.."Oncey ngak perduli..pokoknya mummy jahat sama Oncey.." dengan itu menangislah si anak kecil comel itu..Zander memujuk Oncey dan berusaha untuk memeluk anak itu tetapi Oncey menolak Dan semakin kuat tangisannya. "gimana ni Pak, jika Oncey menangis kuat seperti ini nanti akan ganggu kesihatannya.." bibi Mila mula risau.." kita ngak ada pilihan bii, dia maunya sama Starlet.." jawap Zander yang hampir ngak kedengaran. Starlet pula mulai memeujuk dan memeluk Oncey. "Sayang.. uda jangan nangis lagi ya, mummy balik rumah malam ini. temanin Oncey bobo, .." pujuk Starlet lembut, dia juga tiada pilihan saat melihat keadaan Oncey yang tidak terkawal. "mummy tipu.. nanti saat Oncey bangun mummynya ngak ada.. Oncey ngak mau.." tangisnya Oncey yang belum reda lagi. "Kali ini mummy promise..sayang mau apa mummy bagi..okey. tapi sayang harus janji ngak boleh nangis kuat seperti ini lagi.." kata Starlet. Kelembutan dan kesabaran Starlet itu buat Zander jadi cair.."okey mummy Oncey promise.." balas Oncey yang sedang berusaha untuk tidak menangislah lagi. Starlet mencium dahi Oncey lalu megendongnnya. Mereka akhirnya pulang bersama-sama. Untung Staret lagi cuti liburan layan karenah si anak comel itu. ************************************************************************************ Di dalam mobil semua diam.. Oncey juga suda ketiduran. Mungkin kecapean seharian jaan-jalan di mall. "kamu ngak bawa mobil ke mall tadi?" soal Zander kepada Starlet."ngak, soalnya tadi ke mall bareng sama teman.." jawap Starlet. "loh, jadi temannya kemana? apa dia tau kamu baliknya dengan kami?" soal Zander. Starlet hanya senyum..seketika teringat kembali moment di mall sebentar tadi. "temen gue, udah balik pas ketemu Oncey tadi di mall, jadi dia balik duluan deh.." "sorry pak, terpaksa berbohong" bisik hati kecil Starlet. "Oncey ngak ganggu masa dating kamu yaa?" Teka Zander yang sedikit penasaran siapa teman Starlet itu. "ngak kok, Oncey lagi penting dari teman ku itu.." balas Starlet sambil mengusap pipi Oncey yang uda pulas ketiduran di pangkuannya. "Aku harap kamu gak keberatan ya Oncey selalu punya karenah pelik ke kamu, aku sebagai daddy nya mau minta maaf suda ngerepotin kamu.." kata Zander. "ngak keberatan kok, selagi daddynya belum ketemu mummy yang Oncey suka dan cocok dengan peragai Oncey, aku ngak keberatan." jawap Starlet. "ya, begitula keidupanku Starlet, ngak ada yang mau duda anak satu dan ngak ada yang bisa menerima baik buruknya kami berdua. Aku kepikiran aja kenapa Oncey itu suka banget sama kamu, panggil mummy la, ngak disetujui apa yang dia mau terus ngambek, pdahal sebelum ini ngak gitu..." luah Zander lagi. " biasa la b***k masih kecil pak, Masih butuh kasih sayang seorang ibu rasanya.." jawap Starlet. "kamu Masih jomblo atau uda punya pacar?" soal Zander buat Starlet jadi tidak tentu arah. "menurut bapa?' aik bersol-soal pula. bibi Mila hanya pura-pura terlelap ngak mau ikut campur perbicaraan mereka berdua. "aku ngak tau Starlet, itu sebabnya aku tanya kamu, maaf ya kurang sopan.." kata Zander. "jika aku punya pacar aku ngak sejauh ini temenin bapa dan Oncey.." kata Starlet hampir ngak kedengaran. Zander hanya tersenyum sambil dalam hati ada satu suara gembira, Masih ada peluang untuk buat Starlet jatuh hati bukan kerna kasihan melihat keadaan mereka berdua tapi cinta yang tulus dan jujur dari hati yang paling dalam, tiada kata terpaksa mahupun dipaksa oleh orang ataupun keadaan. ************************************************************************************ Sampai di rumah Zander, Starlet terus membaringkan Oncey di kamar milik Zander. Bibi Mila pula langsung masuk kamar untuk isterehat tinggal Zander dengan Starlet lagi. "Pak, kamar tamu dimana ya?" soal Starlet."di sini ngak ada kamar tamu Starlet, kamu tidurnya di sini aja, kan kamu tu uda janji sama Oncey.." kata Zander. "Emangnya ngak pa-pa aku tidurnya di sini, bapa tidur di mana? soal Starlet. Zander hanya senyum.. " kamu mau saya tidur di mana?, yaa saya tidur disini laa " kata Zander sambil tunjuk tidur sebelah Oncey. Starlet hanya mengangguk tanda setuju. "ngak pa-pa ada Oncey pasti aman.." bisik hati kecil Starlet. "Pak bisa pijam baju ngak soalnya ngak selesa langsung tidur mau mandi dulu tapi Starlet ngak bawa baju,lagian ngak kepikiran nginap disini juga.." kata Starlet. "ya uda kamu mandi aja dulu, saya cari baju yang cocok.." kata Zander. Starlet langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Zander meletakan bajunya yang dipakai Starlet di atas kasur sementara dia juga mandi di kamar sebelah. Selesi mandi dan mengenakan tuala di badannya, Starlet keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju yang Zander sediakan di atas kasur, begitu sexy baju itu kerana hanya di paras paha tapi Starlet tiada pilihan langsung memakinya "daripada langsung ngak ada" bisik hati kecilnya. Zander masuk ke kamarnya setelah dia juga selesai mandi. "kamu mandi juga?" soal Starlet. "iya, dong.. nanti kamu ngak mau tidur bareng jika saya bau nanti iya kan." goda Zander. "Kamu mandinya di mana? soalnya aku yang guna kamar mandi tadi..?" soal Starlet. "ya, ngak mungkin mandi sama kamu kan?..saya mandi di kamar sebelah la.." jawap Zander sambil ketawa .. Starlet mengangguk tanda faham. Zander menatap Starlet dengan penuh rasa bercampur aduk, baju yang dipakainya mempersonakan warna kulit yang putih gebu itu. Zander melihat ketidaknyamanan Starlet memakai bajunya. " maaf ya Starlet, aku ngak ada baju tidur perempuan di sini...mungkin bi Mila ada tapi ngak tega mungkin dia suda tidur, maaf yaa" kata Zander. "aku yang minta maaf Pak, ngak seharusnya aku di sini. ganggu kenyamanan bapa dan putra bapa." balas starlet. Starlet masih berdiri kaku di depan cermin dan niatnya mau ke kasur tetapi lampu tiba-tiba padam, black out tiba-tiba. Starlet sangat takut dengan kegelapan langsung memanggil nama Zander. " Pak.. pak Zander.. kamu di mana? aku takut...." kata Starlet. Zander yang mendengar suara itu terus mencari Starlet dengan meraba-raba semua tempat. Telepon juga mati lupa dicas."kamu tentang ya, saya disini.." balas Zander. Dalam hati berbisik " kenapa blackout pula time Starlet di sini..".."Pak, Zander..." suara Starlet menyedarkan Zander.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN