KONVOI SUNYI

2143 Kata

Deru mesin mobil box menyatu dengan getaran jalanan Málaga yang tak rata. Di dalam kompartemen sempit itu, dunia seolah menyempit menjadi tiga hal saja; suara diesel yang menggeram pelan, bau obat-obatan bercampur logam, dan napas François yang naik-turun di antara nyeri dan kantuk. Matteo duduk di kursi lipat kecil di sisi ranjang, tubuhnya condong ke depan. Stetoskop menggantung di leher, matanya tertuju ke botol infus yang tergantung—waspada jangan sampai terlepas dari kaitannya, sementara jemarinya menempel di pergelangan tangan François, menghitung denyut nadi. Chiara berlutut di sisi drain, memeriksa sambungan selang dan posisi perban. Setiap kali mobil melewati lubang kecil atau sambungan jalan, ia refleks menahan ranjang agar tak bergeser. “Respirasinya stabil,” gumam Chiara. “R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN