Aiden hanya diam, menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukan pukul satu lewat lima belas menit dengan tatapan lekat. Sejak tadi jemarinya mengetuk pelan meja kerja Clarissa dengan wajah datar. Rasanya kesal karena wanita tersebut yang sudah terlambat. Pasalnya, jam kantor sudah dimulai sejak lima belas menit yang lalu. Aiden mengalihkan pandangan ke arah lift yang terletak tidak jauh darinya, menunggu Clarissa dengan perasaan cemas. Apa dia kembali dan menerima Bastian, batin Aiden dengan perasaan tidak karuan. Rasanya ada rasa cemas yang tiba-tiba saja datang. Mengenai Clarissa yang akan mengubah keputusannya. “Kalau sampai dia melakukan itu, aku pastikan dia tidak akan bisa bertemu dengan Oliv lagi,” gumam Aiden denga wajah seriu

