Hening. Aiden hanya diam sembari menatap hamparan bangunan di depannya lekat. Sejak tadi dia bahkan tidak keluar dari ruangannya sama sekali. Dia hanya diam dan berdiri dengan tangan dimasukan ke dalam saku celana degan ekspresi datar. Hingga ponselnya mulai berdering. Aiden yang mendengar langsung menarik ponsel dari saku celana, menatap nama yang tertera di layar dan mengangkat panggilan tersebut. Dia mulai meletakan ponsel di dekat telinga dan mendongakan kepala. “Kabar apa yang kamu bawa, Krisna?” tanya Aiden dengan penuh ketegasan. “Maaf, Tuan. Nyonya Clarissa sedang bertemu dengan Bastian di sebuah restoran. Sayangnya, mereka memesan ruangan dan saya tidak bis mengikutinya masuk,” jawab Krisna dengan tatapan tenang. Seke

