Friska menatap ke arah Clarissa yang sejak tadi hanya diam. Manik matanya menatap wanita yang saat ini sibuk merapikan pakaian Oliv, membuat Friska mulai membuang napas pelan dan menatap serius. “Clarissa,” panggil Friska pelan, membuat Clarissa yang sejak tadi sibuk mulai mendongak, menatap ke arah sahabatnya lekat. Clarissa hanya diam, menatap Friska dengan pandangan santai, tetapi terkesan menusuk. “Kamu kenapa tidak menerima saja tawaran Bastian? Padahal aku yakin, dia akan benar-benar melindungi kamu dari Aiden,” lanjut Friska dengan pandangan serius. Clarissa mengulas senyum tipis. Dia memilih melanjutkan pekerjaannya, memasukan pakaian Oliv yang harus dibawanya pulang. Rasanya enggan memikirkan tawaran Bastian yang memang sudah ditolaknya. Ya, Clarissa memilih menolak tawaran Ba

