“Kamu yakin mau melakukan ini, Bas?” tanya Albert dengan tatapan serius. Sejak tadi dia hanya mengamati Bastian yang sedang merapikan penampilannya. Bahkan, Albert lelah karena Bastian yang tidak juga selesai dan terus melakukan hal yang sama. Hingga dia memilih bangkit dan melandekat ke arah saudaranya berada dan berhenti tepat di sebelah Bastian berdiri. Hening. Albert yang sudah sampai di dekat Bastian mulai memasukan jemarinya di saku celana dan membuang napas pelan. Dia mulai mendongak dan menatap Bastian serius. “Aku tidak tahu apa yang terjadi nanti, tetapi aku harap itu adalah hal terbaik untuk kamu, Bas. Apa pun hasilnya, aku berharap kamu mampu menerimanya dengan lapang,” ucap Albert dengan wajah serius. Bastian yang mendengar me

