Hening. Aiden hanya diam dengan rahang mengeras. Sejak tadi dia tidak mengatakan apa pun. Tepatnya, setelah di melihat Clarissa yang sedang berpelukan dengan Bastian, seakan menyulut emosi yang sejak tadi sudah berkobar. Agam—sahabat Aiden yang sejak tadi duduk di sofa ruangan Aiden hanya diam. Dia sibuk mengamati wajah Aiden yang terlihat begitu suram dan menyedihkan, membuatnya berdecak kecil dan membuang npas pelan. “Aiden,” panggil Agam mencoba mengusir suram di ruangan Aiden. Dia bahkan yakin jika saat ini tidak ada yang berani memasuki ruangan Aiden selain dirinya. Aiden yang mendengar namanya dipanggil mulai mengalihkan pandangan dan menatap ke arah Agam lekat. Mulutnya masih setia bungkam dan enggan mengatakan apa pun juga. “Kamu kenapa? Kenapa setelah keluar, kamu kembali deng

