Setelah perdebatan panjang yang akhirnya Fairel-lah pemenang atas perdebatan dengan posisinya menjadi bos besar Parveen. Tentu saja wanita berwajah imut itu awalnya bersikeras untuk pulang sendiri, tetapi berkat sikap arogan dan otoriter Fairel yang dengan tidak sopan mengatasnamakannya dengan pekerjaan. Seiring mobil putih itu membelah jalanan, bibir Parveen mengerucut kesal. Alisnya pun menukik kesal sembari menatap ke arah luar kaca mobil. Sementara Fairel yang tak ingin ambil pusing pun lebih memilih tidak memperdulikannya. Jalan-jalan terlihat lenggang daripada biasanya. Hal yang menjadi pemandangan tersendiri bagi Parveen. Jika berada di Jakarta ia akan disuguhi pemandangan macetnya jalan ibukota, sangat berbeda dengan di Shanghai yang diisi gedung-gedung pencakar langit berbahan k

