-°| Kualat [2]

689 Kata
"Revan di sini," ucap Darren yang baru masuk ruang musik. "Hah!" Vino kaget. "Serius?" tanya Gaga tak kalah kaget. "Iya, besok udah mulai sekolah di sini," jelas Darren seraya duduk di kursi dekat Vino. "Aldan tau?" Darreningkatkan kedua bahunya. "Gawat!" seru Gaga. "Siap-siap popcorn buat nonton film action setiap hari, langsung ," celetuk Vino. "Mata lo lima!" maki Gaga. "Bodo!" "Kita harus bisa bikin Revan sama Aldan baikan kayak dulu lagi," jelas Darren. "Gimanapun berubah kita harus jelasin ke Revan, kalo kematian Nevan itu murni kecelakaan tunggal, bukan karena di sabotase sama Aldan," "Kayaknya sampek kadal berubah jadi tikus pun Aldan sama Revan itu bakal tetep sama masing masing masingh masing-masing deh," "Kita coba," "Ngapain sih bawa-bawa kadal sama tikus, Biarin ajalah si kadal tetep jadi kadal, dan si tikus bukan kadal. Hidup lo ribet, kayak profesor rambut pink tau nggak !?" sergah Gaga. "Cerewet, lihat!" "Bodo." • Keira melaju motornya dengan kecepatan penuh, meng overtake nya dengan lihai. Jangan tanya persetujuan yang handal Keira dalam urusan bermontor! Sangat handal. Lebih handal dari marimin [eh]. Saat Keira di Surabaya, Keira dikenal sebagai blackrose nya sqwiss. Pemacu kuda besi yang cantik dan lihai dalam permainannya. Peraih podium 1 pada kelas matick selama 6x berturut-turut. Si cantik penakluk lintasan curam. Namanya menjadi urutan pertama di jejeran nama-nama pembalap yang paling ditakuti. Keira itu kasar banget. Brutal banget. Kejam banget. Pokoknya frontal super. Emosi nya siap meledak-ledak kapan saja. Moodnya juga mudah berubah-ubah setiap saat. Keira itu kalo udah benci sama orang ya benci. Katakan saja bahwa Keira itu pendendam. Tapi sifat Keira yang kaya gitu cuma muncul di waktu-waktu tertentu. Kalo di sekolah mah Keira anteng-anteng aja. Keira itu baik banget. Ramah banget. Pinter banget. Dan juga cantik banget. Selagi Keira gak di ganggu, Keira juga nggak bakal gangguin orang lain. Keira nggak seresek goblin sama ogre kok. "Loh non, kok udah pulang?" tanya mang Ujang yang membuka gerbang untuk Keira. "Pusing mang," jawab Keira jujur. "Tolong masukin motornya ya mang, Keira pusing banget nih mang," "Siap non," jawab mang Ujang seraya hormat. Keira tersenyum tipis dan masuk kedalam rumahnya dengan lunglai. "Sumpah pusing banget, njir! Fix kualat!" "Loh, non Keira udah pulang, kenapa atuh non?" "Pusing bi," jawab Keira seraya meletakkan tubuhnya ke sofa ruang tengah. "Yaudah non, non istirahat aja! Mau bibi bantu ke kamar non?" "Gak usah bi, Keira tidur disini aja dulu, udah pusing banget ini," jawab Keira yang merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya. Bi Sulis menatap Keira iba. "Cepat sembuh non," ucap Bi Sulis yang kemudian berlalu dari hadapan Keira. • "Ren!" panggil Vera saat tiba di kelas XI IPA I. Darren yang merasa di panggil menolehkan kepalanya ke arah pintu. Mengernyitkan pangkal hidungnya sebentar. "Apa?" "Sini lo!" ucap Vera dengan tatapan tajam dan suara yang sinis. Darren mengernyitkan pangkal hidungnya untuk yang kedua kali. "Kenapa sih?" tanya Darren saat sudah berada di luar kelas. "Maksud lo ninggalin Keira sama nyuruh Keira ke sekolah naik motor pas lagi hujan apa? Lo itu kakak kandungnya Keira bukan sih? Apa lo iri sama Keira? Iri karena Keira lebih segalanya dari lo? Iya?" Vera mulai emosi. Katakan saja kalo Vera itu lebay. Yang di tinggal kan Keira, yang naik motor terus kehujanan kan juga Keira. Kenapa yang marah-marah malah si Vera. Aneh sih. Tapi ini nyata. Bukan sihir bukan sulap, apalagi drama. No ini bukan drama tapi ini kepedulian. Huh. Oke. Kebawa perasaan. "Khilaf," jawab Darren apa adanya. "g****k!" sungut Vera. Lagi-lagi Darren mengernyitkan pangkal hidungnya. "Dikatain g****k sama 2 orang g****k, itu berasa g****k beneran." "Sekarang Keira sakit, dia udah pulang naik motor. Awas aja kalo sampek Keira kenapa-kenapa, gue bakal koyak-koyak tubuh lo, terus gue makan," ancam Vera yang disertai tatapan tajam untuk Darren. Darren menelan ludahnya susah payah. "Pulang sana lo, gausah sok kerajinan di sekolah, jagain Keira! Pastiin dia nggak apa-apa!" ucap Vera dan berlalu meninggalkan Darren. Darren cengo mendengar perintah Vera. Kalo di pikir-pikir Vera itu cerewet nya ngalah-ngalahin Vino. Kejamnya ngalah-ngalahin Aldan. Galaknya ngalah-ngalahin Gaga. Ah rempongnya super. Seremnya super. Cerewetnya apalagi, super super cerewet. Apa jangan-jangan Vera suka sesama jenis ya, makanya protektife super gitu ke Keira!?. Darren bergidik ngeri. "Mikir Apaan sih."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN