Kini pintu lift terbuka lebar. Arsen segera menggenggam tangan Mona dan menariknya dengan lembut. Pria itu sudah tak canggung lagi memperlihatkan hubungannya pada para karyawan. Keduanya pun memasuki ruangan dan langsung menjadi pusat perhatian. "Selamat pagi," sapa Arsen dengan senyuman ramahnya yang khas. Mona hanya berdiri diam di sampingnya. Di salah satu sudut ruangan, tampak Kila yang memasang wajah sumringah. Wanita itu pun melambaikan tangan pada Mona. Gadis manis itu pun membalasnya dengan senyuman dan mengangguk pelan. Kemudian pandangan mereka berdua tertuju pada seorang gadis cantik berkulit putih yang duduk tak jauh dari pintu ruangan sang CEO. Dia adalah Lusi. Sesuai dengan perjanjian, gadis itu akan menghadap sang atasan. 'Kenapa sama Mona segala?' batin Lusi tampak mula

