Brian mencoba tetap tenang. 'Apa maksudnya? Padahal sedari tadi aku tak bertemu dengan Pak Manajer. Aku bahkan tak mengeluarkan flashdisk-ku sembarangan. Memangnya dia lihat?' batin pria itu. Arsen pun mengernyitkan dahi. Pria itu heran mengapa Mona menanyakan perihal flashdisk pada Brian. Padahal sedari tadi gadis itu selalu berada di sampingnya. Akan tetapi dirinya diingatkan bahwa Mona bisa membaca pikiran orang yang berada dalam radius satu meter. Mungkin saja Mona tahu sesuatu, pikirnya. Tampak wajah Brian yang mulai gelisah. Pria itu lalu tersenyum pada gadis di depannya. "Maksud kamu flashdisk apa, ya? Aku ambilkan di ruanganku sebentar, ya?" ujar pria itu. Mona pun tak mau kalah. Gadis itu harus bisa mendapatkan bukti nyata mengenai masalah pendapatan perusahaan yang telah menja

