"Mona! Kamu di sana?" tanya Bayu dari tempat lain. "Ya, Mas Bayu." Mendengar nama pria itu dipanggil oleh sang kekasih membuat Arsen semakin kesal. Cemburu. "Ya. Mona memang bersamaku. Dia kan kekasihku dan sebentar lagi akan menjadi istriku. Dan asalkan kamu tahu, Pak Bayu, aku sama sekali belum pernah meno.dai siapa pun. Hanya Mona lah satu-satunya wanita untukku," tegas sang CEO dengan sinisnya. "Lalu bagaimana dengan Lusi? Bukankah Anda harus bertanggung jawab padanya?" Pertanyaan Bayu kembali membuat Mona terkejut. Jadi wanita yang dimaksud adalah musuhnya di kantor perusahaan? Saat Mona sedang sibuk dengan asumsinya, dia mendengar Arsen yang mengumpat. Gadis itu lalu mendengar suara gertakan gigi di sampingnya. Arsen benar-benar murka. "Dia tidak hamil. Dia hanya berpura-pura

