"Mas?" cicit gadis itu dengan tatapan yang terus mengekori ke mana pria itu melangkah. Kini pandangannya kembali bertemu dengan iris gelap sang atasan. Arsen membuka pintu mobilnya dan menggendong Mona. Hal ini masih saja membuat bingung kekasihnya itu. "Mas Arsen! Turunkan aku!" pinta Mona bersamaan dengan suara pintu mobil yang kembali tertutup rapat. Diikuti bunyi alarm yang terpasang. "Tidak." Pria itu menjawab dengan singkat. Arsen segera menggendong Mona dengan ala bridal style menuju ke lift. Dia akan membawa gadis itu menuju ke apartemen miliknya. Wajah Mona sudah merah sempurna. Apa lagi Arsen terus memikirkan tentang dirinya. "M-Mas ... Tolong turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri," pinta gadis itu lagi. 'Aku tak akan melepaskan kamu lagi, Mona. Tidak akan!' tegas Arsen dal

