Mendengar ucapan sang pemilik PT Midfast, Bayu merasa mendapatkan secercah harapan untuk memiliki Mona. Akan tetapi dia sadar bahwa ucapan pria paruh baya itu juga bisa menyakiti perasaan Mona. "Bukan, Pah. Tolong dengarkan penjelasanku dulu. Mona benar-benar nggak bersalah dan ini bukan sekedar pembelaan. Dana di perusahaan kita tak ada yang dikorupsi. Ini murni kesalahan teknis saja," jelas Arsen pada sang ayah. William menatap wajah putranya. "Begitukah?" tanya pria itu penuh harap. "Iya, Pah. Papah bisa menanyakannya pada bagian keuangan jika Papah masih ragu. Dan aku nggak mau menikah dengan siapa pun kecuali Mona, gadis yang sangat aku cintai," ucap Arsen sungguh-sungguh. "Lalu di mana Mona sekarang?" William kembali memberikan pertanyaan. "Dia sedang di apartemenku. Aku akan me

