Jemari panjang itu meraih kedua cincin tersebut. Tatapan Arsen kosong dan dia mengacak rambutnya hingga berantakan. Kemudian wajahnya menengadah. Dua cincin tersebut dia masukkan ke dalam kantong jas bagian dalam dan dia segera pergi meninggalkan tempat tersebut. 'Mona pasti kembali ke kostan,' pikirnya. Mobil putih itu kembali melaju melewati jalanan. Sang pengemudi terus gelisah. Masalah dalam perusahaannya saja belum selesai, kini ditambah masalah salah satu karyawannya yang mengaku hamil anak darinya. "Sialan. Bisa-bisanya Lusi menuntutku seperti itu! Kalau memang sampai hal itu terjadi, maka seharusnya Mona lah yang akan mengandung anakku. Dialah satu-satunya gadis yang pernah aku sentuh." Arsen menyipitkan kedua matanya dengan amarah yang kentara. Mobil itu kini berhenti di depan

