Posisi Mona sudah terpojok. Gadis itu merasakan hawa panas dari tubuh sang atasan. Apa lagi kini Arsen sedikit menundukkan kepalanya mendekati wajah Mona. Gadis dalam kungkungan sang CEO pun sudah berkeringat dingin. 'Aku akan mendapatkan ciuman pertamamu, Mona,' ucap Arsen dalam hati. Mona memejamkan kedua matanya. "Jangan ... Aku belum siap ...." cicitnya pelan. Hal itu justru membuat Arsen semakin ingin menciumnya. "Tapi aku sudah tidak tahan, Mona," bisik Arsen dengan wajahnya yang sudah memerah. Mona mendongak dan pandangan mereka saling beradu. Ternyata meski selalu berpikiran me.sum, Arsen tengah gugup saat ini. Arsen semakin menghapuskan jarak di antara mereka. Pria itu pun mulai memejamkan kedua matanya. Mona menahan napas. Gadis itu pun ikut memejamkan mata. Arsen kini sudah

