Hari itu merupakan hari libur. Siangnya Mona bersama sang tunangan pergi ke sebuah butik untuk memilih baju pengantin yang cocok untuk mereka. Arsen sudah bersemangat sedari pagi. Bahkan wajah pria itu tampak sangat segar. Pria itu bahkan sesekali bersiul riang. "Selamat datang di butik kami. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang karyawan dengan ramahnya. Mona tersenyum lebar. "Udahlah, Wul. Nggak usah terlalu formal begitu!" ujarnya. Wulan hanya terkekeh dengan pela.nggan barunya itu. Ya. Wulan memang bekerja sebagai salah satu karyawan di butik yang cukup terkenal di kota tersebut. Gadis itu pun dengan senang hati membawa dua tamunya menuju ke deretan baju pengantin yang indah-indah. "Jadi kamu kerja di sini?" tanya Arsen. "Iya, Pak," jawabnya ramah. Semua karyawan iri melihat W

