Tanggung jawab

2213 Kata

* * Dokter pria paruh baya itu melepas kacamata bacanya, lalu menoleh ke arah Biantara dan Viona secara bergantian. “Baik, hasil rontgennya sudah saya lihat.” Viona langsung menegakkan duduknya. Jemarinya saling bertaut karena gelisah, menunggu sang dokter yang akan menjelaskan. “Ada retakan halus pada tulang hidung bagian depan,” ucap dokter itu tenang. “Istilah medisnya hairline fracture. Retaknya sangat tipis, tidak sampai menggeser tulang.” Biantara tetap diam. Wajahnya datar, seolah yang dibicarakan bukan hidungnya sendiri. Lelaki itu benar-benar nampak tidak terpengaruh sama sekali. “Berbahaya, Dok?” tanya Viona cepat, nadanya tertahan merasa bersalah. “Tidak,” jawab dokter mantap. “Ini termasuk cedera ringan. Pendarahan tadi terjadi karena pembuluh darah kecil di dalam hidun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN