“Bapak nggak ikut pulang?” Viona menatap sinis Biantara yang malah duduk setelah membawa Dhio masuk lagi. Sayangnya, baru saja Biantara akan membuka mulutnya, Dhio sudah mendahuluinya. “Jangan pulang, Om!” Rengek bocah itu. “Bukunya masih tiga yang belum Om bacain.” Sontak saja Biantara menatap Viona dengan tatapan kemenangan. Seolah-olah berkata, ‘Nah kan, Dhio tidak mau aku pulang.’ Tentu saja Viona kesal. Wanita itu mendengus, tapi tetap mengusahakan suara tenang kepada anaknya. “Tapi, ini udah malem, sayang. Lihat! Udah jam 8 loh.” “Ish, Mama…. Kenapa sih Mama selalu ngusir Om Bian?” Tak hanya Viona yang terkejut karena tanggapan Dhio. Tapi, Biantara sendiri nampak kaget tapi dengan ekspresi yang jelas berlawanan dengan Viona. “Dhio, kenapa Dhio bisa bilang seperti itu? Mama ny

