Beban Baru

1165 Kata

Amber pergi ke dapur dengan langkah tergesa-gesa. Tangannya menggenggam ponsel dengan erat, sementara matanya terbelalak mencari Adam. Mulutnya yang sedikit terbuka sudah siap untuk memanggil sang suami. Namun, begitu menemukan pria itu bergeming menghadap wastafel, kepanikannya teredam. Pundaknya tidak lagi tinggi dan tarikan napasnya pun berubah menjadi embusan samar. “Adam melamun lagi?” Kebingungan, Amber mulai menggigit bibir. Selang satu desah cepat, ia pun meletakkan ponsel di atas meja lalu pergi menghampiri suaminya. “Piring itu bisa jadi transparan kalau kau terus menggosoknya.” Adam tersentak mendengar suara lembut istrinya itu. Sambil mengerjap, ia menoleh dengan alis terangkat tinggi. “Precious, kenapa kau kembali ke dapur? Apakah kau masih lapar? Makan malammu kurang?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN