Setelah saat itu kami memutuskan untuk saling tak bertemu satu sama lain dalam jangka waktu tiga minggu dari sekarang, tak hanya itu kami juga memutuskan untuk tak menjadi teman sekamar agar tak bisa bertemu satu sama lain. Tindakan ini di ambil demi memantapkan tujuan kami selanjutnya karena kami tak lagi bisa memilih pilihan yang lain setelah memutuskan untuk pergi kemana, tak ada kata menyesal di pilihan kami selanjutnya karena itu sudah menjadi takdir kami selanjutnya.
Dalam masa ini aku memutuskan untuk mencari Clara untuk meminta bimbingan darinya selama berada di tempat ini, posisi Clara sebagai Symvoulus merupakan pilihan yang tepat bagiku karena mungkin ia bisa menjadi sumber informasi untukku. Sesuai dengan kata-kata yang di ucapkan sebelumnya, aku mencari dia dengan cara menanyakannya kepada Symvoulus yang lain namun saat aku menanyakannya kepada Symvoulus yang lain jawaban yang ku dapat hanya satu dan itu terus berulang pada Symvoulus yang lain.
“Clara hanya akan muncul di saat ia ingin! Ia akan datang pada mu saat kau tak membutuhkan bantuannya”
Jawaban itu adalah jawaban yang selalu keluar dari para Symvoulus di saat aku menanyakan tentang Clara pada mereka, sepertinya untuk saat ini aku tak akan bisa menemukan Clara sehingga aku hanya harus kembali mengandalkan diri ku sendiri.
Aku mulai mencari informasi mengenai semua hal yang ada di tempat ini terutama perihal Dungeon, namun karena tak bisa sembarang mempercayai orang aku hanya mengandalkan pendengaran serta penglihatan ku di tempat ini. Menguping obrolan dari para party yang berhasil keluar dari dalam Dungeon serta melihat keadaan sekitar dan keadaan dari para Spieler yang baru saja keluar dari dalam Dungeon, meskipun terkesan tak sopan namun hal ini di butuhkan demi keselamatan ku sendiri.
Setelah tiga hari mengamati keadaan di sini aku mendapatkan berbagai informasi yang berguna untukku, yang pertama di dalam Dungeon ada yang namanya zona tutorial. Zona tutorial adalah zona yang mana para Spieler di beri kesempatan untuk belajar mengenai apa yang ada di dalam Dungeon termasuk Trap, Monster dan lain-lainnya. Dalam Zona tutorial Spieler tak akan bisa mati meskipun telah di bunuh oleh monster yang di lawan, hal ini bertujuan untuk membiasakan para Spieler terhadap apa yang mereka lawan saat berada di dalam Dungeon nanti.
Yang kedua adalah setiap Dungeon memiliki tingkatan tersendiri yang mana di bedakan dengan tingkat E sampai S, di Zona perpindahan ini Dungeon yang tersulit berada di tingkatan B yang mana sejauh ini belum ada yang menaklukkannya. Cara masuk ke dalam Dungeon sendiri hanya perlu memberitahu kepada Symvoulos yang terdekat maka mereka akan mengantar kita ke Dungeon yang kita inginkan, untuk saat ini aku masih belum tau seperti apa di dalam Dungeon itu karena aku belum pernah masuk juga untuk stat ku saat ini maka aku akan mati jika masuk ke dalam Dungeon tingkat E sendirian.
“Astaga! Di dalam sana sangat mengerikan”
“Kau benar, untungnya kau memiliki skill yang bagus. Kita selamat karena kau,”
“Jangan seperti itu! Kita ini satu party jadi harus saling melindungi satu sama lain”
Mendengar dari obrolan-obrolan dari Spieler yang baru saja keluar dari dalam Dungeon membuat ku tersentak, sebuah kata yang mungkin hanya ku dengar saat bermain game saja mulai ramai di bicarakan belakangan ini oleh orang-orang di sini. Skill adalah kemampuan khusus dari orang-orang yang ada di sini dan kemungkinan itu muncul saat mereka masuk ke dalam Dungeon, aku menyimpulkan demikian karena untuk saat ini aku sama sekali tak memiliki skill dalam layar statistik ku.
“Apa aku masuk ke dalam Dungeon saja?”
“Tak mengetahui skill ku sendiri membuat ku tak nyaman,”
“Bagaimana jika aku mati di sana nantinya?”
Semua pertanyaan itu mulai menyelubungi kepala ku sehingga membuat ku bingung, aku berpikir untuk masuk ke dalam Dungeon sendirian saat ini bukanlah pilihan yang baik namun di sisi yang lain aku tak bisa langsung mempercayai orang-orang di sini. Tak sedikit Spieler yang tak kunjung kembali dari dalam Dungeon atau party yang kekurangan anggota setelah kematian anggotanya di dalam Dungeon, masuk sendirian ke dalam Dungeon mungkin hanya akan membunuh diri ku sendiri namun jika tak ku lakukan maka aku hanya akan di hantui rasa kebingungan.
Aku kemudian teringat akan Immortality Pass yang ku dapat dari Clara beberapa hari yang lalu, dengan menggunakan itu maka aku tak akan bisa mati selama satu minggu ke depan. Setelah itu maka aku tak memiliki keraguan lagi sekarang, aku langsung membeli pedang yang terdapat di toko senjata di sini dan langsung menemui Symvoulos yang ada di dekat ku.
“Dungeon tingkat apa Spieler Ye Zhun?” tanya Symvoulos seketika sesampainya aku di hadapannya.
Seperti yang di harapkan dari para Symvoulos di sini, mereka bisa tau apa yang di inginkan oleh Spieler tanpa harus memberitahukannya terlebih dahulu.
“Tingkat E!” jawab ku tegas.
“Apa kau sendirian saja karena aku tak melihat anggota party mu yang lain?” tanya ia kembali.
“Apa tidak di perbolehkan masuk ke dalam Dungeon tanpa party?” tanya ku balik padanya.
“Tidak bukan begitu, hanya saja kau akan mendapatkan masalah nantinya saat di dalam Dungeon. Setidaknya jika kau bersama party mu maka kalian bisa saling menjaga satu sama lain,” jawab Symvoulos ini dengan tersenyum ramah.
“Jika mereka tak bisa menjaga diri sendiri maka mereka hanya akan menjadi beban nantinya untukku, jika aku tak berhasil melewati Dungeon ini seorang diri maka mana mungkin anggota party ku bisa melaluinya? Aku percaya pada diri ku sendiri dan keberuntungan ku” ucap ku percaya diri.
“Ha ha ha, anda sangat benar. Kalau begitu saya konfirmasikan bahwa Raid kali ini hanya anda seorang atau solo?” ucapnya sambil tertawa kecil.
“Ya benar!” jawab ku tegas.
“Kalau begitu semoga anda bisa kembali dengan selamat!” ucapnya sembari sedikit mengangkatkan tangannya ke udara.
Tiba-tiba sebuah pintu misterius muncul di hadapan ku dan Symvoulos ini membukakannya kepada ku, aku segera masuk sembari memegangi pedang ku untuk bersiap pada sesuatu yang akan muncul nantinya. Pintu barusan menghilang seketika setelah aku masuk sepenuhnya ke dalam sini, sebuah ruangan yang memiliki cahaya redup dan stalaktit yang mengkilap di atap-atap lorong ini.
“Apa ini memang di dalam Dungeon?”