Maksud yang sesungguhnya

1173 Kata
“Apa yang kau bicarakan dengan wanita itu?” tanya Lin Wan kepada ku saat aku akan duduk. “Tak ada yang spesial,” jawab ku dengan tenang. Aku mencoba untuk tak mengatakan kepada mereka tentang pembicaraan antara aku dan wanita tadi karena menurut ku itu adalah sesuatu yang tak perlu di katakan, namun mereka semua saat ini terlihat tak puas akan jawaban yang aku berikan sehingga menampakkan wajah cemberut kepada ku. “Haahhh... Baiklah akan ku katakan!” ucap ku sembari menghela nafas panjang. Ketiganya kembali bersemangat kembali dan secara antusias menunggu aku bicara. “Aku mendapatkan hadiah dari wanita itu, ia mengatakan bahwa hadiah itu merupakan imbalan yang ku dapatkan karena telah berhasil selamat di permainan sebelumnya. Dari kejadian ini maka aku simpulkan bahwa kalian juga akan mendapatkan hadiah dari para Symvoulus karena telah berhasil selamat,” ucap ku kepada orang-orang ini. “Apa itu Symvoulus?” tanya Kak Yan kepada ku. Tak heran Kak Yan dan yang lainnya tak mengetahui Symvoulus ini karena mereka sebelumnya tak pernah mengatakan siapa mereka sebenarnya, aku pun juga baru mengetahui tentang mereka baru-baru ini dan itupun hanya sangat sedikit. “Kalian seharusnya telah melihat beberapa dari mereka sebelumnya, Para Symvoulus adalah orang-orang yang memakai setelan Butler di sink. Mereka bisa di katakan sebagai para pekerja di bawah pimpinan Game Master sendiri,” jawab ku pada mereka. Ketiganya terdiam dan bertingkah seolah sedang mencerna apa yang aku katakan barusan, mungkin akal sehat mereka akan sulit menerimanya namun menurut ku setelah kemunculan Monster beberapa saat yang lalu maka di saat itulah juga sesuatu yang tak biasa berada di dunia akan menjadi hal yang biasa beberapa waktu ke depan. “Untuk saat ini mari kita habiskan makanan terlebih dahulu dan baru memikirkan apa yang akan kita lakukan kedepannya,” ucap ku sembari mulai makan karena makanan yang ku pesan telah datang. “Yah... Kau benar,” jawab Ying-Ying. Kami makan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun sehingga waktu terasa sangat lambat, suasana hening menguasai sekeliling kami dan hanya ada suara dari piring yang beradu dengan sendok dan garpu. Kami berusaha untuk secepat mungkin menghabiskan makanan kami dan mulai mengobrol lagi karena suasana saat ini sama sekali tak menyenangkan. Selepas makan kami semua memutuskan untuk kembali ke kamar ku dan Kak Yan untuk mendiskusikan langkah apa yang akan di ambil selanjutnya, karena mereka menunjukku sebagai pemimpin party maka aku harus membuat keputusan yang tak boleh seenaknya sendiri. Kami duduk saling bertatapan satu sama lain saling menunggu orang yang akan membuka suara terlebih dahulu. “Jadi apa yang akan kita lakukan kedepannya?” tanya Kak Yan membuka diskusi. Secara bersamaan kami mengangkat kepala karena perkataan Kak Yan, sama sekali tak di sangka bahwa ia yang akan membuka pembicaraan namun melihat dari raut wajahnya aku mengerti bahwa saat ini ia sedang dalam tekanan hidup yang menghilangkan semangat yang biasanya ku lihat saat setiap kali berbicara dengannya. “Ye Zhun... Kemana kau akan pergi? Kembali ke kehidupan mu sebelumnya? Atau mencoba peruntungan pada dunia milik Game Master?” tanya Kak Yan kembali. “Lin Wan dan Ying-Ying... Aku hanya bisa menebak bahwa kalian memiliki masalah yang serius sehingga sampai mengikuti permainan hidup dan mati itu, apa kalian ingin kembali pada kehidupan kalian yang biasa atau masuk ke dunia milik Game Master?” tambah Kak Yan kepada Lin Wan dan Ying-Ying. “Aku... Aku ingin mencoba hal baru tapi aku juga ingin kembali ke rumah,” jawab ku pada Kak Yan. “Mungkin saja aku akan memilih kembali pada kehidupan ku sebelumnya dan menikmati uang yang di berikan oleh Game Master namun aku juga tak ingin kembali pada kehidupan ku karena sudah muak dengan sistem yang di jalankan di sana,” “Aku ingin pergi ke dunia yang di buat oleh Game Master untuk mencoba hal baru yang tak ku ketahui sebelumnya namun aku juga tak ingin pergi ke sana karena itu adalah dunia yang tak pernah ku datangi sebelumnya,” Untuk saat ini aku di hadapkan dengan pilihan yang sulit sehingga membuat kepala ku pening karena terlalu memikirkannya, aku memikirkan bagaimana nasib teman-teman ku ini jika aku memutuskan seorang diri untuk pergi ke dunia milik Game Master. Namun sebuah pemikiran terlintas di kepala ku dan itu memang benar adanya, “Tapi... Kalian bebas menentukan pilihan kalian sendiri tanpa harus menghiraukan perkataan ku barusan, kalian bisa kembali ke kehidupan kalian sebelumnya atau masuk ke dunia milik Game Master. Ini menyangkut tentang hidup kalian yang mana aku tak berhak untuk mencampurinya,” ucap ku melontarkan pemikiran di kepala yang barusan terlintas. Aku tak bisa memaksa mereka untuk mengikuti ku pergi atau lebih tepatnya aku tak peduli kemana pun mereka pergi karena kami hanya baru mengenal satu sama lain, entah mereka ingin mengikuti ku atau tidak semua keputusan itu berada di tangan mereka. “Aku... Aku ingin tetap bersamamu Ye Zhun!” ucap Lin Wan dengan tegas. Sejak aku berhasil mengalahkan monster di permainan pertama, aku seperti mendapatkan kekuatan pada mata ku yang mana aku dapat mengetahui apa orang itu berbohong atau tidak, orang itu berbahaya atau tidak, orang itu bisa di percaya atau tidak. Aku tak mengetahui asal usul kemampuan ku ini namun yang jelas ini cukup berguna, namun kerugiannya adalah aku tak bisa mengendalikannya karena kemampuan ini muncul tanpa aku kontrol sehingga tak dapat ku gunakan sesuka hati ku. Aku bisa tau bahwa Lin Wan saat ini berkata jujur kepada ku namun ada sesuatu yang ia sembunyikan dari ku saat ini, aku merasa bahwa sepenuhnya percaya kepada Lin Wan bukanlah pilihan yang tepat sehingga sedikit waspada mungkin akan membantu dan mungkin juga tak akan membuat ia tersinggung. “Kenapa? Apa alasan mu?” tanya ku pada Lin Wan. “Aku hanya ingin mengikuti mu kemana pun karena kau telah menyelamatkan ku dan Ying-Ying saat melawan Monster itu,” jawab Lin Wan menatap ku tajam. Kewaspadaan ku memang berguna karena saat ini Lin Wan hanya mengatakan kebohongan kepada ku, ia memang benar-benar ingin mengikuti ku namun ada maksud lain dari keinginannya ini. Sedangkan Kak Yan dan Ying-Ying sedari tadi diam mengeluarkan kecoklatan yang mengartikan bahwa mereka saat ini tengah berada dalam keadaan tak baik ataupun sedang memiliki banyak pikiran sehingga membuat mereka seperti sekarang. Aku merasa bahwa untuk sekarang kami tak bisa menjadi satu party karena perbedaan tujuan, namun dari gelagat yang mereka lakukan saat ini aku bisa sadar bahwa mereka tak ingin kembali ke dunia mereka yang sebelumnya ataupun kembali ke kehidupan mereka yang sebelumnya. Mereka sepertinya memiliki suatu masalah yang membuat mereka tak ingin kembali. “Untuk sekarang kita mungkin belum siap menjadi sebuah party, jadi mari bertemu setelah 3 minggu dari sekarang dan mulai meluruskan tujuan masing-masing. Mari kembangkan diri kita masing-masing dan mulai berpetualang bersama nantinya,” ucapku menyampaikan usulan kepada mereka semua. “Yah itu usulan yang bagus, aku ingin sejenak waktu untuk memikirkan kemana aku akan pergi selanjutnya. Ayo lakukan saran dari Ye Zhun!” sambung Kak Yan mulai bersemangat. Lin Wan dan Ying-Ying yang sepertinya enggan, mulai setuju dengan perkataan ku akibat dorongan yang di lakukan oleh Kak Yan barusan. “Ayo!” teriak keduanya secara bersamaan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN